Minggu, 13 Februari 2011

Bekerja Sepenuh Hati

Suatu Ketika Mercedez Benz owner memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi dalam rumahnya. Kran tersebut selalu bocor sampai Big Bos Marcedez itu khawatir akan keselamatan anaknya yang mungkin saja dapat terpeleset dan jatuh.

Mengikuti rekomendasi temannya, Mr. Benz menghubungi tukang ledeng agar memperbaiki kran miliknya. Akhirnya dibuat perjanjian untuk memperbaiki yaitu 2 hari kemudian. Karena si tukang ledeng cukup sibuk. Sama sekali si Tukang ledeng tidak mengetahui bahwa si penelpon adalah termasuk orang penting, pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.

Setelah ditelpon, satu hari kemudian si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga satu hari lagi.

Mr. Benz-pun kagum atas pelayanan si tukang ledeng dan cara berbicaranya.

Hari berikutnya pada hari yang telah ditentukan, si tukang ledeng datang untuk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr. Benz.

Setelah diutak-atik, akhirnya kran pun selesai diperbaiki dan setelah menerima pembayaran atas jasanya, si tukang ledeng pulang .

Sekitar 2(dua) minggu kemudian setelah hari itu, si tukang ledeng menelpon Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar beres dan tidak ada masalah yang timbul? Ternyata Mr. Benz puas akan kerja si tukang ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng. Mr. Benz berpikir, bahwa orang ini pasti orang yang hebat walaupun hanya tukang ledeng.

Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Tahukah Anda siapa namanya?

Ya, dialah Christopher L. Jr. Saat ini jabatannya adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

========

Sahabat Resensi.net, tahukah anda apa makna dari cerita diatas. Cerita diatas memberikan motivasi kepada kita untuk memberikan yang terbaik di kehidupan ini apapun posisi kita saat ini. Kita tidak tahu, sebenarnya posisi kehidupan kita dimana, namun dengan memberikan yang terbaik, kita tidak akan menoleh kebelakang melihat goresan cerita kehidupan kita dengan kekecewaan. Yang ada hanyalah senyum kepuasan akan apa yang telah kita lakukan.

Kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara, maka sebaik-baik pemain adalah yang bermain sebaik mungkin dengan kesadaran bahwa perannya hanya sementara.

Ada naskah dan skenario Sang Pencipta yang tidak kita tahu.

Dibalik kebahagiaan, terkadang skenario selanjutnya adalah kesediihan, begitu pula terkadang dibalik kesedihan, skenario selanjutnya adalah kebahagiaan.

Hanya 2 hal yang dapat kita lakukan, yaitu meyakini bahwa skenario yang Allah berikan adalah yang terbaik dan berbuat yang terbaik dalam melalui setiap peristiwa kehidupan kita.

Maka jika Sahabat dalam kesedihan, kegalauan hati, keresahan jiwa, ingatlah bahwa itu hanya sementara…

[www.resensi.net]

Kamis, 03 September 2009

Mari Mengatur Biaya Bulanan

Hampir separuh karyawan, menurut survei dari careerbuilder.com, hidup hanya mengandalkan gaji atau pendapatan bulanannya. Ketika ditanya soal tabungan, mayoritas menjawab tidak punya. Bila ada yang punya, sebanyak 34 persen menjawab jumlah tabungannya tak sampai 100 dollar AS! Rasanya, keadaan ini juga banyak dialami oleh mayoritas karyawan di Indonesia. Bagaimana cara menyiasatinya? Atur gaji Anda. Pendapatan bulanan harus diatur sedemikian rupa agar Anda bisa hidup nyaman tanpa banyak beban, sekaligus memastikan bahwa masa depan Anda, pasangan, dan anak akan terlindungi.
Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan, menurut para konsultan finansial, agar Anda memiliki keuangan yang sehat.
TabunganIdealnya, pendapatan yang harus ditabung (saving ratio) berkisar antara 10-50 persen. Perhitungan tepatnya, harus memerhatikan 3 aspek. Pertama, jumlah dana tabungan yang sudah dimiliki saat ini. Kedua, besarnya cicilan yang masih ada. Ketiga, tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam 5-25 tahun ke depan.
UtangIdealnya, total seluruh utang kita tidak melebihi dari 30 persen penghasilan. Bila total utang Anda terlalu besar, bisa jadi penghasilan tak akan cukup untuk membiayai pengeluaran lain.
Biaya kecil-kecilPerhatikan pengeluaran yang sifatnya kecil-kecil, seperti membeli majalah atau koran, membeli snack di kantor, ke salon, beli CD, dan sebagainya. Meski jumlah satuannya kecil, tapi bila dikumpulkan jumlahnya besar juga, lho!
Biaya makan di luarSalah satu alasan mengapa kita sering tak bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah terlalu sering makan di luar. Sebenarnya, bila kita mau sarapan dan makan malam di rumah lebih sering, uang tak akan cepat habis begitu saja.
Dana daruratUsahakan agar Anda memiliki dana darurat. Jumlah idealnya, tiga kali jumlah pengeluaran bulanan Anda. Gunakan dana darurat ini khusus pengeluaran yang sifatnya tak terduga atau tidak rutin (biaya pengobatan, dan lainnya). Taruhlah dana ini dalam rekening agar Anda bisa dengan cepat mengambilnya saat dibutuhkan. Dengan cara ini, pengeluaran bulanan Anda tak akan terganggu oleh pengeluaran tak terduga.
Selamat mengatur pendapat bulanan Anda...!

Rabu, 19 Agustus 2009

Bukan Pekerja keras tapi Smart

Kita Sering melihat Seorang Karyawan bekerja keras dan bertanggung Jawab, Ia juga merasa menjadi salah satu orang penting dalam siklus sistem perusahaan tempat ia berkarir.

Disisi lain, Pemilik/Pemimpin merasakan bahwa Karyawan tersebut memang menjadi komponen yang penting dalam siklus sistem perusahaannya, tetapi Pemilik/Pemimpin perusahaan tersebut tidak puas terhadap kualitas perkerjaan yang dihasilkan Karyawan tersebut.

Kontroversi antara Seseorang yang merasa menjadi Orang Kunci, Pekerja Keras, dan Bertanggung Jawab menjadi kurang bernilai, jika dibandingkan dengan kekecewaan Pemilik/Pemimpin atas penilaian kualitas Pekerjaan karyawan tersebut.

Umumnya, Seorang merasa bekerja keras dan bertanggung jawab sudah cukup, tetapi efektifitas dan Kualitas tidak diperhatikan, hal ini biasanya di sebabkan oleh minimnya pengetahuan dan wawasan pada bidang yang ditekuni-nya, Larut dalam Rutinitas sehingga menyebabkan hilangnya Kreativitas untuk mengembangkan teknik baru dan produktifitas kerja yang bermamfaat untuk Perusahaan .

Yang menjadi pertanyaan adalah :

1. Kenapa seseorang tidak mempunyai keinginan kuat untuk menambah pengetahuan dan wawasannya ?

2. Kenapa Seseorang tidak menyadari Ia tenggelam dalam Rutinitas, sehingga mengakibatkan Mandulnya Kreativitas ?

3. Kenapa Seseorang jarang meng-kritisi hasil pekerjaan-nya dari sudut Kualitas dan Produktifitas yang bermamfaat untuk Perusahaan ?

Jika seseorang mempunyai impian yang kuat, maka ia akan mempunyai keinginan kuat untuk menambah pengetahuan dan wawasannya, maka ia akan cepat menyadari apabila saat ia tenggelam dalam Rutinitas .

Dari Menyadari bahwa Ia Tenggelam dalam Rutinitas itu tidak baik untuk Perusahaan dan masa depannya, maka Ia akan berkreativitas mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Kreavitas dengan didasari Pengetahuan dan Wawasan yang benar, tentu saja akan menghasilkan Kualitas dan Produktifitas Kerja yang bermamfaat bagi kemajuan Perusahaan.

Tentu saja tulisan ini, terlalu singkat membahas permasalahan dan solusinya, namun dengan tulisan ini, diharapkan bisa menjadi cermin untuk meng-evaluasi diri (Intropeksi), apakah kita mempunyai Pengetahuan dan Wawasan yang kurang pada bidang yang kita tangani, apakah kita sudah tenggelam dalam Rutinitas, Apakah kita sudah hilang kreatifitas, Kalau Ya, maka kita digolongkan sebagai Pekerja Keras bukan sebagai Pekerja Smart (Pekerja Pintar).

Pekerja Smart, tentu saja dari waktu ke waktu selalu meningkatkan Pengetahuan dan Wawasannya yang berkaitan dengan bidang keahliannya, dan Kreativitas-nya akan terus mengalir, tentu saja, kita bisa tebak, bagaimana kualitas dan produktivitas pekerjaanya.

Anthony J.T.

Selasa, 18 Agustus 2009

Pesan dari Ibu

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Teman-teman yang luar biasa,

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

Salam sukses luar biasa!

Minggu, 14 Juni 2009

Motivasi bisa dari mana saja

Sangat indah kata-kata yang saya kutip dari seorang teman dengan nama depan Vita, ini. Beliau berkata bahwa: ”Terkadang kita meminta bunga yang indah atau kupu-kupu yang cantik. Allah memberi kita kaktus dan ulat. Saat itu kita sedih, kecewa dan bahkan marah. Ternyata tumbuh bunga yang sangat indah dari kaktus tersebut dan ulat bertumbuh menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Begitulah cara Allah memberi. DIA tidak memberi yang kita inginkan, tetapi memberi yang kita butuhkan”.

Tapi kan saya tidak butuh ulat apalagi kaktus yang berduri sama sekali!

Aduh, Anda benar sekali! Bagaimana mungkin saya bisa membantah pernyataan itu. Tidak ada yang butuh ulat, bentuknya yang tidak bagus dan bulu-bulu halus di badan ulat seringkali bikin gatal tubuh kita.

Kaktus? Itu lagi, kan duri kaktus bisa menembus kulit kita dan akan mengeluarkan darah. Paling tidak cukup sakit kalau tertusuk duri kaktus. Sehingga tidak ada seorangpun yang ingin mendapatkan kaktus.

Tetapi apa yang Anda dapat dari kaktus yang berbunga sangat cantik. Bukankah bahwa sesuatu itu tidak dapat dilihat dari apa yang terlihat saat ini saja. Semua harus dilihat dari apa yang akan terjadi nanti. Termasuk apakah sesuatu itu akan terjadi, karena kita mengusahakan hal itu untuk terjadi.

Nah, dalam hal kaktus. Kita kemudian dengan setengah ikhlas setengah kesal merawat dan menyirami terus kaktus tersebut. Dia terus tumbuh dan memang dia hanya butuh sangat sedikit air. Hingga satu saat kemudian tumbuhlah bunga yang sangat indah. Kitapun tidak perlu terlalu banyak memberi air. Sangat besar kemungkinan dia akan tumbuh dengan cara yang buruk dan mati bila diberi air terlalu banyak.

Sementara seekor ulat butuh daun yang banyak untuk makanan mereka agar mereka tumbuh dengan kuat dalam periode yang normal. Tidak ada percepatan untuk pertumbuhan ulat, tetapi juga bila dia mendapat makanan yang kurang, dia akan terlambat tumbuh. Ketika sang ulat tumbuh menjadi besar dia akan masuk ke dalam kepompong, dan dalam waktu yang tepat akan keluar dari kepompong menjadi ulat.

Anda perhatikan cara Tuhan bekerja? Kaktus tidak bisa diberi air terlalu banyak. Mungkin kaktus bisa bertahan hidup bila kekurangan air. Tetapi bisa mati kalau kebanyakan air. Sementara ulat bisa menunda makan hingga esok hari bila ada terlalu banyak makanan dan mati bila terlalu sedikit makanan.

Sehingga sekarang Anda menjadi lebih pintar untuk memberikan hal yang tepat kepada makhluk yang berbeda. Itu memberi Anda pengetahuan baru dalam menghadapi banyak orang dengan kepribadian yang berbeda.

Kemudian, butuh jam dari sejak sobekan pertama di kepompong hingga keluar sang kupu-kupu dengan sayap-sayapnya yang indah. Ada satu cerita lain yang saya ingat bagaimana seorang anak kecil yang membantu menyobekkan kepompong agar si kupu-kupu dapat segera terbebas dari kungkungan.

Benarkah itu kungkungan bagi si anak kecil? Ya! Dia menganggap itu adalah kungkungan. Tetapi bagi sang ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kepompong adalah kulit yang melindungi proses transformasinya. Namun, ketika si anak membukakan kepompong yang ”mengungkung” itu, keluarlah sang kupu-kupu dengan sayap yang tidak sempurna.

Secara alami dia mencoba untuk terbang, dan dia tidak mampu terbang cukup jauh. Bahkan lebih sering dia terjatuh daripada terbang. Ternyata memang seekor kupu-kupu harus keluar dengan tenaga sendiri dari kulit pelindungnya.

Nah, sekarang kita juga sekaligus belajar tentang kesabaran. Sabar untuk menunggu sesuatu terjadi dengan sendirinya. Kadang-kadang kita berusaha untuk membantu, tetapi kita tidak sadar bahwa sangat mungkin bantuan tersebut bukan menolong tetapi bahkan mengganggu dan merusak.

Astaga! Begitu banyak yang kita dapat hanya dari sebuah bunga dan kupu-kupu yang kita minta. Sehingga ketika Tuhan memberi kita kaktus dan ulat, itu adalah hal yang terbaik buat kita. Tidak hanya mendapatkan bunga dan kupu-kupu, tetapi sekaligus mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dalam memperlakukan orang lain dan belajar untuk tetap sabar.

www.bukakacamatakuda.blogspot.com - Medan – Mei 2009

Senin, 25 Mei 2009

Sebuah renungan untuk kamajuan bersama.........

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".

"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".

Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.


Dikutip dari : Andrie Wongso - action and wisdom motivation training.
Success is my right, sukses adalah hak saya!
Salam sukses luar biasa!!